MEGABAKSOS

– SEKILAS MEGABAKSOS –

Lebih dari 1.2 Juta orang meninggal setiap tahunnya dijalan raya, dengan lebih dari jutaan orang mengalami cedera parah dan hidup dengan disabilitas akibat kecelakaan. Secara Global, kecelakaan lalu lintas menjadi penyebab kematian terbesar di kalangan anak muda, dan salah satu penyebab utama kematina pada umur 15-29 tahun. Cedera akibat kecelakaan lalu lintas saat ini menjadi penyebab kematian no 9 di dunia. Sementara di Indonesia cedera kecelakaan lalu lintas menjadi penyebab kematian nomor 6 dengan data terkahir dari KASATLANTAS Polri menunjukkan 7.167 kematian dengan total 24.830 kecelakaan lalu lintas di Indonesia. Hal ini akan menyebabkan Indonesia diprediksi akan mengalami penurunan jumlah masyarakatproduktif yang berpengaruh besar dalam perekonomian.


Sebagai mahasiswa calon tenaga kesehatan yang memiliki semangat yang tinggi dan perhatian lebih terjadap kesehatan, melalui FK UNPAD FAIR kami percaya kami bisa memberikan dampak yang lebih besar bagi masa depan Kesehatan Indonesia. FK UNPAD FAIR dibuat sebagai bentuk kepedulian mahasiswa FK Unpad untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingya kesehatan, dan kali ini FK UNPAD FAIR mengadakan sebuah acara MEGABAKSOS melalui tema “Traffic Awareness”.


Megabaksos FK UNPAD FAIR 2018 menyelengarakan beberapa tahapan rangkaian acara, dimulai dari “seminar dan talkshow” mengenai pentingnya kepedulian lalu lintas dan pemberian 300 helm, lalu “pemberian 100 alat bantu gerak” kepada penyandang disabilitas, dan ditutup dengan “Job Fair” untuk penyandang disabilitas.

– ACARA TAHUN INI –

Click n Ride : Talkshow

Tanggal dan Waktu   :   12 Mei 2018, 07.00 – 12.00 WIB
Tempat   :   C331 FK UNPAD Jatinangor


Megabaksos FK UNPAD FAIR  melakukan sosialisasi dengan mendatangkan pembicara dari polisi dan jasa marga. Sosialisasi dibantu dengan penayangan film pendek mengenai keamanan dalam berkendara. Selain itu juga dilakukan simulasi bila terjadi kecelakaan dan pembagian helm bagi yang dapat menjawab pertanyaan tertentu.

Click n Ride

Click n Ride

Click n Ride

Screening dan Pengukuran Alat Bantu Gerak

Tanggal dan Waktu : 3 November 2018, 08.30 – 13.00 WIB
Tempat : Gedung Eyckman Lantai 3


Pada acara ini Megabaksos 2018 melakukan screening dan pengukuran alat bantu gerak untuk peserta dengan penyandang daksa. Kegiatan ini dilakukan dengan tujuan membatu penyandang disabilitas untuk mendapatkan haknya atas alat bantu yang mereka butuhkan. Acara ini bekerja sama dengan Departemen Ilmu Kesehatan Fisik dan Rehabilitasi RSHS, Bandung Independent Living Center dan (BILiC), dan Yayasan Peduli Tuna Daksa (YPD). Acara ini juga didukung oleh PT. Telkom dan Dompet Dhuafa.

Pembagian Alat Bantu Gerak dan Talkshow

Tanggal dan Waktu : 2 Desember 2018, 08.00 – 14.00 WIB
Tempat : Gedung Eyckman Lantai 6


Megabaksos 2018 akan mengadakan pemberian kaki palsu dan alat bantu gerak kepada peserta yang telah di screening tanggal 3 November kemarin. Bagi teman-teman yang kemarin turut berpartisipasi di Charity Festival, hasil dari penjualan tiket tersebut akan turut digunakan untuk menyokong acara ini. Selain itu, akan ada Talkshow tentang disabilitas dari BILiC dan Talkshow dari Dompet Dhuafa. Akan diadakan workshop dan juga edukasi mengenai perawatan dan penggunaan alat bantu gerak yang baik dan benar yang akan dibawakan oleh departemen IKFR (Ilmu Kedokteran Fisik dan Rehabilitasi) Rumah Sakit Hasan Sadikin. Acara Pembagian dan talkshow ini merupakan penutupan dari seluruh rangkaian FK Unpad Fair.

– TENTANG BILIC –

Independent Living Center, lebih terkenal dengan nama BILiC adalah sebuah organisasi penyandang disabilitas atau Difable People Organization (DPO) non pemerintah yang memiliki konsep dasar pergerakan Independent Living atau kemandirian bagi Difabel. Berdiri sejak 15 tahun yang lalu, tepatnya tanggal 25 September 2003.


Program yang ada di BILiC, tentu saja sesuai dan selaras dengan kegiatan ADVOKASI dan Pelayanan bagi Difabel di Indonesia. Progam yang sedang dikembangkan adalah Peer Support (PS) dan Asisten Kemandirian (AK). Pelayanan jasa ini merupakan dasar atau pondasi yang penting dalam Filosofi Independent Living, dimana difabel dianggap profesional dalam hal kedifabilitasannya. Difabel mengetahui dan memahami kebutuhannya, maka dari itu difabel memiliki hak untuk menentukan dirinya sendiri.

keyboard_arrow_up